Kraton Nursery

Pusat Budidaya Jambu Air Madu | Bibit Jambu Madu Hijau | WA : 0858 5353 8834

Menu

Demam Jambu Air Madu di Luar Sentra-2

Jan
20
2017
by : kraton nursery. Posted in : News
Sementara nurseri Kebun buah terpaksa menerapkan system inden bagi calon pembeli bibit Jambu air madu atau jambu madu deli hijau.

Karena permintaan pasar akan jambu air madu hijau sangat tinggi maka saat ini banyak orang yang berkebun.

Permintaan Jambu air madu tinggi

Jambu berkulit hijau itu pertama kali di kebunkan oleh seorang pengusaha di Stabat. Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara. Dari sanalah bibit Jambu air madu ato jambu madu deli hijau-sebutannya di sana berkembang ke Kabupaten Binjai, Deliserdang, Medan dan kota-kota lain di Sumata Utara. Popularitas jambu madu deli hijau kian menanjak setelah Sunardi warga Payaroba, Kabupaten Binjai. Mendaftarkannya ke pemerintah sebagai varietas unggul nasional. Setelah pemerintah merilis sebagai varietas unggulan pada 2012 permintaan bibit terus membumbung. Sunardi dan kelompok tani Mulia Tani memasarkan hingga lebih dari 150.000 bibit yang di kirim ke berbagai daerah di Indonesia. Itu seluas 190 ha jika populasi mencapai 800 tanaman per ha. Sementara nurseri Kebun buah terpaksa menerapkan system inden bagi calon pembeli bibit Jambu air madu atau jambu madu deli hijau. Di buku catatan nurseri di Serpong, Kota Tanggerang Selatan, Banten, itu calon pekebun di pasar meminta kiriman 500 bibit, Riau 1.000 dan Makasar 2.000.

 

Diasumsikan penangkar besar dalam dua tahun terahkir bisa menjual 5.000-7.000 bibit setara 1,25 ha-8 ha. Artinya setahun pascatanam atau kira-kira pada Juni 2015 bakal bermunculan buah Jambu air madu atau jambu madu deli hijau di pasaran sentra-sentra baru seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dan produksi rata-rata 3 kg pertanaman, maka saat panen di peroleh 15.000 kg buah permusim. Ahli menejemen pemasaran dari Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Arief Daryanto, menyatakan bahwa pasar mampu menyerap dan bertahan lama secara kualitas, kuantitas dan ketersediaan dapat dipertahankan. Demikian pula bila ada unsur unik serta diferensiasi produknya. Oleh karena itu standar produksi harus di buat sehingga parameter kualitas tidak menurun.

Apalagi daya tahan buah (Jambu air madu) relatif pendek. Masyarakat yang membeli buah tidak akan merasa harga mahal bila yang di perolehnya sesuai dengan harapan atau manfaatnya. Untuk itu, ia menyarankan untuk di lakukan semacam survey pasar untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap buah itu. Untuk produksi baru, harus di barengi dengan promosi sehingga di kenal secara luas oleh masyarakat. Perkebunan di Spakatkulim, Pekanbaru, Provinsi Riau. Muhammad Rafi, semula rutin menuai 5-10 kg perhari dari 200 pohon yang kini berumur 2 tahun. Dalam setahun terakhir ia tak menghadapi masalah pemasaran buah. Bahkan ketika ia meningkatkan populasi menjadi 700 tanaman. Volume penjualan yang kini meninggakat 40-50 kg perhari, bahkan mencapai 70 kg tidak menemui kendala pemasaran, bahkan cenderung kekurangan…bersambung-sumber majalah Trubus

 

artikel lainnya Demam Jambu Air Madu di Luar Sentra-2

Sunday 26 February 2017 | News

Assalamualaikum Wr Wb Selamat datang di Kraton Nursery – Pusat Budidaya Jambu Air Madu di Solo.…

Tuesday 25 July 2017 | News

PADANGAN BERBUAH Bersinergi dengan KRATON NURSERY Program ONE VILLAGE-ONE FRUIT Satu Desa Satu Buah (OVOF) “Sesuai…

Monday 22 May 2017 | News

KOTA BERBUAH – Kraton Nursery Tidak sekedar ide,tapi sebenarnya adalah jerit keprihatinan tentang Bumi yang semakin…

Wednesday 6 September 2017 | News

Jambu Madu Hijau … Beli dengan Uang, Merawat dengan Hati… Terputus komunikasi dengan Bp. Leon 1th…